Melakukan subnetting berarti Anda mengambil bit-bit dari bagian host sebuah alamat IP dan me-reserve/menympannya untuk mendefinisikan alamat subnet, hal ini berarti jatah bit untuk host berkurang.
Ada banyak alasan mengapa melakukan subnetting, yaitu:
1. Berkurangnya lalu lintas jaringan jika kita melakukan subnetting
2. Teroptimasinya kinerja jaringan
3. Pengelolaan jaringan menjadi lebih sederhana,
4. Membangun pengembangan jaringan
Cara Cepat melakukan Subnetting
ketika Anda akan melakukan subnetting, anda perlu menentukan jumlah subnet, host yang valid dan alamat broadcast dari sebuah subnet yang diberikan oleh mask, begini caranya,
1. Berapakah jumlah subnet?
rumusnya 2 pangkat n dikurangi 2, n adalah bit 1 disubnet mask, contohnya di subnet mask 11100000, jumlah bit 1 = 3, maka jumlah subnet adl 2 pangkat 3 kurangi 2 = 6 subnet.
2. Berapa jumlah host per subnet?
rumusnya 2 pangkat m dikurangi 2, m adalah bit 0 disubnet mask, contohnya di subnet mask 11100000, jumlah bit 0 = 5, maka jumlah host per subnet adl 2 pangkat 5 dikurangi 2 = 30 host.
3. Apakah subnet-subnet yang valid?
256-subnet mask=ukuran block(block size) atau bilangan dasar, contoh 256-192 = 64, maka 64 adalah blok size pertama, untuk subnet kedua yaitu 64+64=128, terus tambahkan blok size hingga samapi ke subnet mask, yang bukan merupakan subnet yang valid karena semua bitnya 1.
4. Apakah alamat broadcast yang valid?
alamat broadcast adalah semua bit host yang semuanya 1. on semua, yang mana merupakan nomor yang berada tepat sebelum subnet selanjutnya
5. Apakah host-host yang valid?
yaitu host yang berada diantara alamat subnet, dengan menghilangkan semua 0 dan semua 1.
Contoh Melakukan Subnetting
misal kita melakukan pada class C, pada alamat network 192.168.10.0 dan subnet mask 255.255.255.224, kadang penulisan disingkat jadi 192.168.10.0/27.
/27, merupakan CIDR (classless Inter-Domain Routing), yang melambangkan subnetmask.
notasi garis miring (/) menandakan berapa jumlah bit yang bernilai 1, jadi /27 ada 27 bit bernilai 1 atau secara binary dituliskan 11111111.11111111.11111111.11100000
lalu,,
1. Berapa jumlah subnet ?
kita ingat bahwa format class C adalah network.network.network.node (11111111.11111111.11111111.11100000)
ini berarti kita hanya memperhatikan oktet terakhir/byte terakhir, yaitu 11100000, karena subnetting adalah mengurangi jumlah jatah untuk host, jadi kita pakai rumus seperti yang telah dijelaskan diatas, yaitu bit 1 ada 3, berarti jumlah subnet adalah 2 pangkat 3 dikurangi 2 = 6.
2. Berapa jumlah host per subnet ?
11100000, host diperoleh dari bit 0, jumlah bit 0 ada 5, sehingga jumlah host per subnet adalah 2 pangkat 5 dikurangi 2 = 30 host per subnet.
3. Apakah subnet-subnet yang valid ?
256-subnet mask, sehingga 256-224=32(subnet pertama),32+32=64(subnet kedua),64+32=96(subnet ketiga),96+32=128(subnet keempat), 128+32=160(subnet kelima),160+32=192(subnet keenam),192+32=224(bukan subnet valid, karena 224 adalah subnet mask kita).
4. Apakah alamat broadcast dari tiap subnet ?
(nomor yang berada tepat sebelum subnet berikutnya)
5. Apakah host-host yang valid ?
(diantara nomor dan alamat broadcast)
untuk melengkapi nomor 4 dan 5, yaitu dengan ini :
Alamat Subnet 32 64 96 128 160 192
host pertama yg valid 33 65 97 129 161 193
host terakhir yg valid 62 94 126 158 190 222
Alamat broadcast 63 95 127 159 191 223
keterangan : Setiap kolom merupakan satu subnet, kolom pertama adl subnet pertama (192.168.10.32), kolom selanjutnya adl subnet kedua (192.168.10.64), begitu seterusnya, kemudian di kolom pertama misalnya, yaitu host pertama yang valid (192.168.10.33) dan host terakhir yang valid (192.168.10.62) ini menunjukkan bahwa range ip host yang valid adalah 192.168.10.33 sampai 192.168.10.62, dan alamat broadcast adalah 192.168.10.63, ini juga berlaku untuk kolom selanjutnya
Selasa, 22 Maret 2011
Cara Cepat melakukan Subnetting
Pengenalan NAT
Apa sih NAT itu ?, mungkin menjadi pertanyaan Anda saat membaca postingan saya mengenai pengalamatan IP, baik langsung saja kita mulai dari ide melakukan NAT. NAT sebenarnya kepanjangan dari Network Address Translation,Ide menggunakan NAT adalah untuk menghemat alamat global internet(IP publik bahasa gaulnya), kenapa demikian ?, yahh mungkin pertanyaan Anda selanjutnya, gini analoginya sederhana saja, jika kita punya jaringan kampus dan didalam tiap jaringan lab misalnya, ada 70 PC, jika kita menggunakan IP publik untuk setiap PC di lab, dan misalnya di kampus ada 10 lab, maka IP publik di kampus itu ada 700 ++itu hanya di satu kampus, sedangkan yang menggunakan jaringankan tidak hanya satu kampus, maka dari itu akan terjadi kesulitan jika jaringan lokal menggunakan alamat publik, sedangkan untuk alasan lainnya menggunakan NAt adalah faktor keamanan, yaitu dengan menyembunyikan alamat ip internal dari jaringan luar.
Terminologi NAT, jaringan internal adalah kumpulan jaringan yang menjadi sasaran penerjemah ( dari alamat privat menjadi alamat publik). jaringan luar menunjukan apa yang biasanya ada di internet, jadi NAT berfungsi untuk menerjemahkan alamat private Anda didalam jaringan internal menjadi alamat ip publik sebelum paket-paket diteruskan ke jaringan lain, jadi misalnya dalam contoh kasus lab kampus tadi setiap lab atau bahkan kampus bisa hanya menggunakan alamat ip publik satu saja, hal itu cukup menghemat ip publik bukan ?.
Terdapat beberapa ciri khas dari NAT
Static NAT
dirancang untuk memungkinkan mapping (pemetaan) one-to-one antara alamat lokal dan publik. Ciri khas ini membutuhkan Anda untuk mempunyai satu alamat nyata IP publik untuk setiap host dalam jaringan anda.
Dynamic NAT
Anda tidak perlu secara statis mengkonfigurasi router anda untuk map alamat jaringan internal ke alamat jaringan lar seperti pada static NAT, tapi anda memerlukan alamat IP nyata untuk digunakan oleh setiap orang yang ingin mengirimkan paket ke dan dari internet.
Overloading
adalah sebuah sistem dynamic NAT yang memetakan beberapa IP yang tidak terregister sebagai IP publik ke satu IP Publik(istilahnya many-to-one) dengan menggunakan port yang berlainan, hal ini lah yang membuat kita tidak kehabisan alamat IP yang sah di internet
Sumber:
Lammle,Todd.2004.Cisco Certified Network Associate study guide.Jakarta:PT Elex Media Komputindo
Pengalamatan IP
adalah pengidentifikasian dengan angka yang diberikan ke setiap mesin didalam jaringan IP. Pengalamatan IP digunakan untuk menunjukan lokasi spesifik dari alat didalam jaringan. Alamat IP adalah alamat software, bukan alamat hardware( yang terpatri ke dalam Network Interface card). Pengalamatan IP ditujukan untuk memungkinkan host didalam sebuah jaringan bisa berkomunikasi dengan host pada jaringan yang berbeda, tanpa mempedulikan tipe dari LAN, yang digunakan oleh host yang berpartisipasi.
Berikut ini beberapa istilah yang perlu diketahui menegnai terminologi IP
# Bit.. Satu bit sama dengan satu digit, bernilai 1 dan 0
# Byte..satu byte sama dengan 7 atau 8 bit, tergantung apakah menggunakan parity, tp diasumsikan 1 byte adalah 8 bit
# Octet.. Terdiri dari 8 bit, istilah octet kadang di ganti dengan byte
# Alamat Network..Digunakan dalam routing untuk menunjukan pengiriman paket ke remote network, contoh 10.0.0.0, 127.16.0.0 dan 192.168.10.0
# Alamat broadcast..Digunakan oleh aplikasi dan host untuk mengirim informasi kesemua titik didalam jaringan, contoh 10.255.255.255, 127.16.0.0 dan 192.168.10.255
**Pengalamatan Network
Alamat Network memberikan identitas unik untuk setiap jaringan. Pada alamat IP 172.16.40.54, sebagai contoh, alamat networknya 172.16
Alamat node merupakan identitas unik, karena alamat node mengidentifikasikan sebuah mesin tertentu yang bersifat individu. Berikut ini beberapa range IP yang bisa digunakan:
1. Range alamat Network : class A
Bit pertama dari setiap byte pertama pada alamat jaringan kelas A harus selalu off atau 0, ini berarti alamat class A adalah semua nilai antara 0 dan 127, perhatikan alamat network berikut:
0xxxxxxx
jadi range kita peroleh dari sini
00000000 ==> 0
01111111 ==> 127
kenapa begitu? ingat !!bit pertama harus off atau bernilai 0.
2. Range alamat Network : class B
untuk Class B bit pertama dari byte pertama harus on (bernilai 1), tapi bit kedua harus off (bernilai 0),jadi kita peroleh range seperti ini:
10000000 ==> 128
10111111 ==> 191
3. Range alamat Network: class C
Untuk class C 2 bit pertama pada octet pertama harus selalu on/1, tp bit ketiga harus off/0, kita peroleh range sebagai berikut:
11000000 ==> 192
11011111 ==> 223
4. Range alamat network : class D dan E
Alamat diantara 244 dan 255 dicadangkan untuk jaringan class D (224-239) sebagai multicast dan E (240-255) untuk penelitian.
A. Pengalamatan Class A
format class A:
network.node.node.node
contoh : 10.22.102.70, 10 adalah alamat network dan 22.102.70 adalah alamat node.
setiap alamat class A mempunyai 3 Byte untuk alamat node, maka jumlah maksimum node yang bisa digunakan adalah 2 pangkat 24 kurang 2, yang berarti 16.777.214
B. Pengalamatan Class B
format class B:
network.network.node.node
contoh : 172.16.30.56, 172.16 adalah alamat network dan 30.56 adalah alamat node.
Class B mempunyai 2 Byte untuk alamat node, maka jumlah maksimum node yang bisa digunakan adalah 2 pangkat 16 dikurangi 2 = 65.534
C. Pengalamatan Class C
format class C:
network.network.network.node
contoh:192.168.10.5, 192.168.10 adalah alamat network dan 5 adalah alamat node.
class C mempunyai 1 Byte untuk node, jadi jumlah node maksimal 2 pangkat 8 dikurangi 2 = 254
**Host ID yang sah !!
adalah alamat IP yang bisa digunakan oleh host disetiap jaringan yaitu diantara alamat network dan alamat broadcast, ingat tentang pengertian alamat network dan broadcast, contoh:
alamat network : 192.168.100.0
alamat broadcast : 192.168.100.255
maka alamat untuk host yang sah adalah 192.168.100.1 sampai 192.168.100.254
**Pengalamatan Private IP
Pengalamatan ini bisa digunakan untuk jaringan private(lokal), tapi tidak bisa melalui Internet(non routable), hal ini digunakan untuk keamanan dan menghemat alamat IP public ( alamat IP global, yang biasanya diberikan oleh ISP untuk koneksi internet), jika dalam jaringan lokal semua menggunakan IP public maka IP public akan kehabisan,maka dengan itu digunakanlah NAT (Network Address Translation),dibahas lebih detail di postingan lain ==> Pengenalan NAT
jika ditarik kesimpulan, alamat IP apa yang sebaiknya saya gunakan???
Yap...pertanyaan yang mungkin muncul dibenak Anda, Anda bisa saja menggunakan pengalamatan dengan class A, B,C, itu tidak masalah, tapi begini, jika anda menghadapi kasus pengalamatan IP, misalnya perusahaan atau kampus, maka sebaiknya anda menggunakan class A, kenapa??? ya,,mungkin karena faktor fleksibilitas dan pengembangan saja, karena class A ini mempunyai kelebihan dalam hal ini, contoh jika anda menggunakan pengelamatan dengan 10.0.0.0/24 maka anda mempunyai 65.534 jaringan, dengan 254 host tiap jaringannya.
jika anda menghadapi kasus melakukan pengalamatan IP di jaringan rumah, sebaiknya menggunakan class C, karena faktor kemudahan untuk dimengerti dan dikonfogurasi oleh orang awam sekalipun. Selain itu pertimbangannya adalah sebagai berikut, untuk jaringan kecil yang memproses node yang sangat banyak digunakanlah jaringan class A, sedangkan jaringan class C dicanangkan untuk jumlah jaringan yang banyak sekali dengan jumlah node sedikit, sedangkan jika jaringan diantara sangat besar dan sangat kecil, maka diperkirakan menggunakan jari.ngan class B
sumber:
Lammle,Todd.2004.Cisco Certified Network Associate study guide.Jakarta:PT Elex Media Komputindo