Pages

Tampilkan postingan dengan label Networking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Networking. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Mei 2011

Studi Kasus Subnetting

Untuk memahami subnetting mungkin perlu dengan terus berlatih dan terus mencoba-coba, misalnya dengan mengerjakan studi kasus beberapa perancangan lab atau sebuah sistem warnet dan kompleksnya ISP, berikut ini ada beberapa contoh studi kasus yang disertai dengan penyelesaian untuk memudahkan memahami konsep subnneting IP,biasanya klo buku disertai CD ato DVD,,,nah klo ini disertai penjelasannya aja,,,hehehe

****kasus 1****

Anda mempunyai subnet dengan network address 193.20.32. dengan subnet mask 255.255.255.224
Tentukan:
a. Tentukan berap jumlah subnet yang tersedia :
b. Berapa jumlah host yang tersedia untuk setiap subnet :

Jawab

# Alamat network 192.20.32 merupakan alamat nerwork kelas C, karena oktet pertama adalah 193 (dimana kelas C dimulai dari 192-223 pada oktet pertama) format keas C N.N.N.H, maka subnetmask 255.255.255.224= 11111111.11111111.11111111.11100000 ( ada 3 bit 1 yang aktif di oktet host). Subnet=2^3-2 = 6 subnet

# Jumlah host per subnet
Dari .11111111.11111111.11100000, ada 5 bit 0 yang aktif di oktet host, Host/subnet=2^5- 2 = 30 host


****kasus 2****

Anda di tugaskan untuk mendesain subnet dan IP untuk suatu WAN yang mempunyai 10 kantor dan setiap kantor mempunyai 255 workstation.network address yang tersedia adalah 164.10.0.0.di dalam tugas ini anda juga diminta untuk membuat subnet dengan jumlah subnet terbanyak
Maka tugas anda adalah menetukan :
a.subnet mask yang akan dipakai
b.subnet address dan jumlah subnet yang tersedia dari subnet yang dibuat
c.kelompok ip address yang tersedia ( IP Valid )
d.Broadcast address yang tersedia untuk setiap kelompok.

Jawab

# Sebelum menentukan subnet, ini kelas B, juga pertimbangkan banyak host yang diperlukan, yang paling mendekati 255 host , yaitu 510 host (2^9-2), karena jika 2^8-2 = 254 host (tidak memenuhi syarat),dari situ kita dapat menentukan bit 1 yang aktif dalam oktet host kelas B, yaitu 7 bit 1 di oktet host kelas B jadi subnet yang dipakai 11111111.11111111.11111110.00000000 atau 255.255.254.0

# Jumlah subnet 2^7-2 = 126 subnet, dengan blok size 256-254=2, maka subnet address yang tersedia
168.10.2.0
168.10.4.0
168.10.6.0
168.10.8.0
168.10.10.0
168.10.12.0
168.10.14.0
168.10.16.0
168.10.18.0
168.10.20.0
..................
Dst, sampai
168.10.252.0

Untuk 168.10.254.0 bukan termasuk subnet yang valid, karena semua bit subnetnya on (1), dan disebut netmask

# Kelompok IP address yang valid
Merupakan range diantara net id dengan id broadcast, secara berurutan dari subnet pertama sampai yang terakhir, berikut ini range nya:
168.10.2.1 sampai 168.10.3.254
168.10.4.1 sampai 168.10.5.254
168.10.6.1 sampai 168.10.7.254
168.10.8.1 sampai 168.10.9.254
168.10.10.1 sampai 168.10.11.254
168.10.12.1 sampai 168.10.13.254
168.10.14.1 sampai 168.10.15.254
168.10.16.1 sampai 168.10.17.254
168.10.18.1 sampai 168.10.19.254
168.10.20.1 sampai 168.10.21.254
……………………………………………….
Dst, sampai
168.10.252.1 sampai 168.10.253.254

# Broadcast address yang tersedia untuk setiap kelompok ( secara berurutan dari subnet pertama ke yang terakhir)
168.10.3.255
168.10.5.255
168.10.7.255
168.10.9.255
168.10.11.255
168.10.13.255
168.10.15.255
168.10.17.255
168.10.19.255
168.10.21.255
…………………….
Dst, sampai
168.10.253.255


****kasus 3*****

Jika anda mempunyai IP address 175.10.64.15/19
a.tentukan IP addressnya
b.tentukan subnet address dan IP address yang diberikan
c.tentukan broadcast addressnya

Jawab

# Ip address nya 175.10.64.15, merupakan IP kelas B

# /19 berarti untuk kelas B berati netmask = 255.255.224.0, blok size 256-224=32 (subnet pertama), 64(subnet kedua), 96,128,160,192, selengkapnya seperti dibawah ini:

subnet Alamat subnet Host awal Host akhir
1 175.10.32.0 175.10.32.1 175.10.63.254
2 175.10.64.0 175.10.64.1 175.10.95.254
3 175.10.96.0 175.10.96.1 175.10.127.254
4 175.10.128.0 175.10.128.1 175.10.159.254
5 175.10.160.0 175.10.160.1 175.10.191.254
6 175.10.192.0 175.10.192.1 175.10.223.254

IP 175.10.64.15 berada di subnet kedua yaitu: 175.10.64.0

# Alamat broadcast dari IP 175.10.64.15 adalah 175.10.95.255 (lihat subnet 2)


****kasus 4*****

sebuah universitas ingin merancang sebuah jaringan dengan menghubungkan 3 ruangan, kondisi :
ruangan 1 : berisi 54 komputer => IP : 202.179.13.8/?
ruangan 2 : berisi 120 komputer => IP : 196.40.30.4/?
ruangan 3 : berisi 5 komputer => IP : 200.59.174.4/?


Jawab

# Ruangan 1 berisi 54 host, dan merupakan IP kelas C, berarti jumlah host yang mendekati adalah 2^6 - 2= 62 (bit 0 yang aktif dioktet terakhir/oktet host ada 6), jadi bit 1 yang aktif (untuk subnet) ada 2, jadi netmasknya 255.255.255.192
 IP : 202.179.13.8/26

# Ruangan 2 berisi 120 host, kelas C juga, jumlah host yang mendekati adalah 2^7 – 2 =126, jadi netmask 255.255.255.128
 IP : 196.40.30.4/25

# Ruangan 3 berisi 5 host, kelas C juga, jumlah host yang mendekati adalah 2^3 – 2 = 6, jadi netmasknya 255.255.255.248
 IP : 200.59.174.4/29


Semoga bermanfaat :D


Read More......

Selasa, 22 Maret 2011

Cara Cepat melakukan Subnetting

Melakukan subnetting berarti Anda mengambil bit-bit dari bagian host sebuah alamat IP dan me-reserve/menympannya untuk mendefinisikan alamat subnet, hal ini berarti jatah bit untuk host berkurang.

Ada banyak alasan mengapa melakukan subnetting, yaitu:
1. Berkurangnya lalu lintas jaringan jika kita melakukan subnetting
2. Teroptimasinya kinerja jaringan
3. Pengelolaan jaringan menjadi lebih sederhana,
4. Membangun pengembangan jaringan

Cara Cepat melakukan Subnetting
ketika Anda akan melakukan subnetting, anda perlu menentukan jumlah subnet, host yang valid dan alamat broadcast dari sebuah subnet yang diberikan oleh mask, begini caranya,

1. Berapakah jumlah subnet?
rumusnya 2 pangkat n dikurangi 2, n adalah bit 1 disubnet mask, contohnya di subnet mask 11100000, jumlah bit 1 = 3, maka jumlah subnet adl 2 pangkat 3 kurangi 2 = 6 subnet.

2. Berapa jumlah host per subnet?
rumusnya 2 pangkat m dikurangi 2, m adalah bit 0 disubnet mask, contohnya di subnet mask 11100000, jumlah bit 0 = 5, maka jumlah host per subnet adl 2 pangkat 5 dikurangi 2 = 30 host.

3. Apakah subnet-subnet yang valid?
256-subnet mask=ukuran block(block size) atau bilangan dasar, contoh 256-192 = 64, maka 64 adalah blok size pertama, untuk subnet kedua yaitu 64+64=128, terus tambahkan blok size hingga samapi ke subnet mask, yang bukan merupakan subnet yang valid karena semua bitnya 1.

4. Apakah alamat broadcast yang valid?
alamat broadcast adalah semua bit host yang semuanya 1. on semua, yang mana merupakan nomor yang berada tepat sebelum subnet selanjutnya

5. Apakah host-host yang valid?

yaitu host yang berada diantara alamat subnet, dengan menghilangkan semua 0 dan semua 1.


Contoh Melakukan Subnetting
misal kita melakukan pada class C, pada alamat network 192.168.10.0 dan subnet mask 255.255.255.224, kadang penulisan disingkat jadi 192.168.10.0/27.

/27, merupakan CIDR (classless Inter-Domain Routing), yang melambangkan subnetmask.
notasi garis miring (/) menandakan berapa jumlah bit yang bernilai 1, jadi /27 ada 27 bit bernilai 1 atau secara binary dituliskan 11111111.11111111.11111111.11100000

lalu,,

1. Berapa jumlah subnet ?
kita ingat bahwa format class C adalah network.network.network.node (11111111.11111111.11111111.11100000)
ini berarti kita hanya memperhatikan oktet terakhir/byte terakhir, yaitu 11100000, karena subnetting adalah mengurangi jumlah jatah untuk host, jadi kita pakai rumus seperti yang telah dijelaskan diatas, yaitu bit 1 ada 3, berarti jumlah subnet adalah 2 pangkat 3 dikurangi 2 = 6.

2. Berapa jumlah host per subnet ?
11100000, host diperoleh dari bit 0, jumlah bit 0 ada 5, sehingga jumlah host per subnet adalah 2 pangkat 5 dikurangi 2 = 30 host per subnet.

3. Apakah subnet-subnet yang valid ?
256-subnet mask, sehingga 256-224=32(subnet pertama),32+32=64(subnet kedua),64+32=96(subnet ketiga),96+32=128(subnet keempat), 128+32=160(subnet kelima),160+32=192(subnet keenam),192+32=224(bukan subnet valid, karena 224 adalah subnet mask kita).

4. Apakah alamat broadcast dari tiap subnet ?
(nomor yang berada tepat sebelum subnet berikutnya)

5. Apakah host-host yang valid ?
(diantara nomor dan alamat broadcast)

untuk melengkapi nomor 4 dan 5, yaitu dengan ini :

Alamat Subnet 32 64 96 128 160 192
host pertama yg valid 33 65 97 129 161 193
host terakhir yg valid 62 94 126 158 190 222
Alamat broadcast 63 95 127 159 191 223

keterangan : Setiap kolom merupakan satu subnet, kolom pertama adl subnet pertama (192.168.10.32), kolom selanjutnya adl subnet kedua (192.168.10.64), begitu seterusnya, kemudian di kolom pertama misalnya, yaitu host pertama yang valid (192.168.10.33) dan host terakhir yang valid (192.168.10.62) ini menunjukkan bahwa range ip host yang valid adalah 192.168.10.33 sampai 192.168.10.62, dan alamat broadcast adalah 192.168.10.63, ini juga berlaku untuk kolom selanjutnya

Read More......

Pengenalan NAT

Apa sih NAT itu ?, mungkin menjadi pertanyaan Anda saat membaca postingan saya mengenai pengalamatan IP, baik langsung saja kita mulai dari ide melakukan NAT. NAT sebenarnya kepanjangan dari Network Address Translation,Ide menggunakan NAT adalah untuk menghemat alamat global internet(IP publik bahasa gaulnya), kenapa demikian ?, yahh mungkin pertanyaan Anda selanjutnya, gini analoginya sederhana saja, jika kita punya jaringan kampus dan didalam tiap jaringan lab misalnya, ada 70 PC, jika kita menggunakan IP publik untuk setiap PC di lab, dan misalnya di kampus ada 10 lab, maka IP publik di kampus itu ada 700 ++itu hanya di satu kampus, sedangkan yang menggunakan jaringankan tidak hanya satu kampus, maka dari itu akan terjadi kesulitan jika jaringan lokal menggunakan alamat publik, sedangkan untuk alasan lainnya menggunakan NAt adalah faktor keamanan, yaitu dengan menyembunyikan alamat ip internal dari jaringan luar.

Terminologi NAT, jaringan internal adalah kumpulan jaringan yang menjadi sasaran penerjemah ( dari alamat privat menjadi alamat publik). jaringan luar menunjukan apa yang biasanya ada di internet, jadi NAT berfungsi untuk menerjemahkan alamat private Anda didalam jaringan internal menjadi alamat ip publik sebelum paket-paket diteruskan ke jaringan lain, jadi misalnya dalam contoh kasus lab kampus tadi setiap lab atau bahkan kampus bisa hanya menggunakan alamat ip publik satu saja, hal itu cukup menghemat ip publik bukan ?.
Terdapat beberapa ciri khas dari NAT

Static NAT
dirancang untuk memungkinkan mapping (pemetaan) one-to-one antara alamat lokal dan publik. Ciri khas ini membutuhkan Anda untuk mempunyai satu alamat nyata IP publik untuk setiap host dalam jaringan anda.

Dynamic NAT
Anda tidak perlu secara statis mengkonfigurasi router anda untuk map alamat jaringan internal ke alamat jaringan lar seperti pada static NAT, tapi anda memerlukan alamat IP nyata untuk digunakan oleh setiap orang yang ingin mengirimkan paket ke dan dari internet.

Overloading
adalah sebuah sistem dynamic NAT yang memetakan beberapa IP yang tidak terregister sebagai IP publik ke satu IP Publik(istilahnya many-to-one) dengan menggunakan port yang berlainan, hal ini lah yang membuat kita tidak kehabisan alamat IP yang sah di internet


Sumber:
Lammle,Todd.2004.Cisco Certified Network Associate study guide.Jakarta:PT Elex Media Komputindo

Read More......

Pengalamatan IP

adalah pengidentifikasian dengan angka yang diberikan ke setiap mesin didalam jaringan IP. Pengalamatan IP digunakan untuk menunjukan lokasi spesifik dari alat didalam jaringan. Alamat IP adalah alamat software, bukan alamat hardware( yang terpatri ke dalam Network Interface card). Pengalamatan IP ditujukan untuk memungkinkan host didalam sebuah jaringan bisa berkomunikasi dengan host pada jaringan yang berbeda, tanpa mempedulikan tipe dari LAN, yang digunakan oleh host yang berpartisipasi.

Berikut ini beberapa istilah yang perlu diketahui menegnai terminologi IP

# Bit.. Satu bit sama dengan satu digit, bernilai 1 dan 0

# Byte..satu byte sama dengan 7 atau 8 bit, tergantung apakah menggunakan parity, tp diasumsikan 1 byte adalah 8 bit

# Octet.. Terdiri dari 8 bit, istilah octet kadang di ganti dengan byte

# Alamat Network..Digunakan dalam routing untuk menunjukan pengiriman paket ke remote network, contoh 10.0.0.0, 127.16.0.0 dan 192.168.10.0

# Alamat broadcast..Digunakan oleh aplikasi dan host untuk mengirim informasi kesemua titik didalam jaringan, contoh 10.255.255.255, 127.16.0.0 dan 192.168.10.255

**Pengalamatan Network
Alamat Network memberikan identitas unik untuk setiap jaringan. Pada alamat IP 172.16.40.54, sebagai contoh, alamat networknya 172.16

Alamat node merupakan identitas unik, karena alamat node mengidentifikasikan sebuah mesin tertentu yang bersifat individu. Berikut ini beberapa range IP yang bisa digunakan:

1. Range alamat Network : class A
Bit pertama dari setiap byte pertama pada alamat jaringan kelas A harus selalu off atau 0, ini berarti alamat class A adalah semua nilai antara 0 dan 127, perhatikan alamat network berikut:
0xxxxxxx
jadi range kita peroleh dari sini
00000000 ==> 0
01111111 ==> 127
kenapa begitu? ingat !!bit pertama harus off atau bernilai 0.


2. Range alamat Network : class B
untuk Class B bit pertama dari byte pertama harus on (bernilai 1), tapi bit kedua harus off (bernilai 0),jadi kita peroleh range seperti ini:
10000000 ==> 128
10111111 ==> 191

3. Range alamat Network: class C
Untuk class C 2 bit pertama pada octet pertama harus selalu on/1, tp bit ketiga harus off/0, kita peroleh range sebagai berikut:
11000000 ==> 192
11011111 ==> 223

4. Range alamat network : class D dan E
Alamat diantara 244 dan 255 dicadangkan untuk jaringan class D (224-239) sebagai multicast dan E (240-255) untuk penelitian.



A. Pengalamatan Class A
format class A:

network.node.node.node

contoh : 10.22.102.70, 10 adalah alamat network dan 22.102.70 adalah alamat node.

setiap alamat class A mempunyai 3 Byte untuk alamat node, maka jumlah maksimum node yang bisa digunakan adalah 2 pangkat 24 kurang 2, yang berarti 16.777.214


B. Pengalamatan Class B
format class B:

network.network.node.node

contoh : 172.16.30.56, 172.16 adalah alamat network dan 30.56 adalah alamat node.

Class B mempunyai 2 Byte untuk alamat node, maka jumlah maksimum node yang bisa digunakan adalah 2 pangkat 16 dikurangi 2 = 65.534


C. Pengalamatan Class C
format class C:
network.network.network.node

contoh:192.168.10.5, 192.168.10 adalah alamat network dan 5 adalah alamat node.
class C mempunyai 1 Byte untuk node, jadi jumlah node maksimal 2 pangkat 8 dikurangi 2 = 254




**Host ID yang sah !!
adalah alamat IP yang bisa digunakan oleh host disetiap jaringan yaitu diantara alamat network dan alamat broadcast, ingat tentang pengertian alamat network dan broadcast, contoh:
alamat network : 192.168.100.0
alamat broadcast : 192.168.100.255
maka alamat untuk host yang sah adalah 192.168.100.1 sampai 192.168.100.254


**Pengalamatan Private IP
Pengalamatan ini bisa digunakan untuk jaringan private(lokal), tapi tidak bisa melalui Internet(non routable), hal ini digunakan untuk keamanan dan menghemat alamat IP public ( alamat IP global, yang biasanya diberikan oleh ISP untuk koneksi internet), jika dalam jaringan lokal semua menggunakan IP public maka IP public akan kehabisan,maka dengan itu digunakanlah NAT (Network Address Translation),dibahas lebih detail di postingan lain ==> Pengenalan NAT


jika ditarik kesimpulan, alamat IP apa yang sebaiknya saya gunakan???
Yap...pertanyaan yang mungkin muncul dibenak Anda, Anda bisa saja menggunakan pengalamatan dengan class A, B,C, itu tidak masalah, tapi begini, jika anda menghadapi kasus pengalamatan IP, misalnya perusahaan atau kampus, maka sebaiknya anda menggunakan class A, kenapa??? ya,,mungkin karena faktor fleksibilitas dan pengembangan saja, karena class A ini mempunyai kelebihan dalam hal ini, contoh jika anda menggunakan pengelamatan dengan 10.0.0.0/24 maka anda mempunyai 65.534 jaringan, dengan 254 host tiap jaringannya.
jika anda menghadapi kasus melakukan pengalamatan IP di jaringan rumah, sebaiknya menggunakan class C, karena faktor kemudahan untuk dimengerti dan dikonfogurasi oleh orang awam sekalipun. Selain itu pertimbangannya adalah sebagai berikut, untuk jaringan kecil yang memproses node yang sangat banyak digunakanlah jaringan class A, sedangkan jaringan class C dicanangkan untuk jumlah jaringan yang banyak sekali dengan jumlah node sedikit, sedangkan jika jaringan diantara sangat besar dan sangat kecil, maka diperkirakan menggunakan jari.ngan class B



sumber:
Lammle,Todd.2004.Cisco Certified Network Associate study guide.Jakarta:PT Elex Media Komputindo

Read More......

Kamis, 17 Maret 2011

Sertifikasi Cisco


Mungkin sudah banyak pembaca yang terbiasa dengan Cisco dan berbagai kelebihannya dalam menangani jaringan, namun jika Anda baru aja masuk dibidang ini dan ingin mempertajam mempelajari teknologi jaringan mungkin anda akan tertarik dengan cisco, kita akan mulai dengan sejarah singkat cisco, yaitu awal tahun 1980-an, Len dan Sandy Bosack, suami istri yang bekerja di Universitas Stanford mengalami kesulitan membuat system individu mereka untuk berkomunikasi, oleh karena itu mereka membuat server gateway yang memudahkan computer untuk salaing berkomunikasi dengan protocol IP, mereka membuat cisco system( huruf c kecil) dan mengkomersialkan gateway server yang dibuatnya. Beberapa orang menganggap nama tersebut sebenarnya adalah San Francisco System tapi dalam perjalanan ke pengacara kertas tersebut sobek atao gimana, saya kurang tau, tapi pada 1992 nama perusahaan diubah menjadi Cisco Systems,Inc.
Cisco mengembangkan peralatannya dan menjadi pemimpin dunia networking dan mengunakan software Cisco Internetwork Operating System(IOS) untuk perlatan Cisco, bersama dengan IOS Cisco, salah satu layanan yang dibuat oleh Cisco untuk mendukung perangkat keras yang sangat banyak dengan mempunyai program Cisco Certified Internetwork Expert (CCIE) dan ternyata sukses besar, atas dasar itu Cisco mengizinkan anda mendapatkan sertifikasi pada beberapa tingkat kemampuan teknikal, dengan melebarkan disiplin ilmu network desain dan support.

1. Cisco Certified Network Associate ( CCNA)
Merupakan sertifikasi yang pertama dalam jajaran sertifikasi Cisco yang menjadi pendahulu sebelum mengambil sertifikasi selanjutnya. Program CCNA dibuat untuk memberikan dasar yang kokoh tidak hanya untuk hardware cisco dan IOS, tapi juga internetworking secara umum. Pada proses sertifikasi saat ini, sangatlah mungkin untuk membayangkan network manager dimasa mendatang bisa dengan mudah mengharuskan adanya sertifikasi Cisco untuk aplikasi lamaran mereka, jadi jika anda berhasil dalam CCNA maka sungguh Anda menuju jalan kesuksesan yang pasti, Bagaimana mendapatkan CCNA?? Nah untuk mendapatkan CCNA anda harus ujian CCNA 640-801, jika berhasil ya selamat, tapi mungkin Anda perlu betul-betul mengerti maksud pembuat soalnya, tapi Cisco juga membantu dengan mengambil 2 ujian pengganti 640-801, yaitu 640-811(Interconnecting Cisco Networking Devices) dan 640-821(Introduction to Cisco Networking Technologies), yang lebih mudah disbanding satu ujian yang banyak, tapi uang yang diperlukan lebih banyak daripada 640-801, ya, pilihan masing-masing sih… kemampuan yang dibutuhkan untuk mendapatkan CCNA

•Install, konfigurasi, dan mengoperasikan simple-routed WAN, serta switch LAN dan network LANE
•Memahami dan bisa mengkonfigurasi IP,IGRP, interface-interface serial, Frame Relay,IP RIP,VLAN,Ethernet, Access list
•Melakukan instalasi dan/atau konfigurasi network
•Mengoptimalkan Wan melalui solusi Internet-access yang mengurangi biaya bandwidth dan WAN, menggunakan fitur seperti penyaringan denngan access list,bandwidth on demand dan dial on demand routing.

2. Cisco Certified Network Professional (CCNP)
Jika Anda suudah dapat CCNA dan berfikir untuk terus mendapatkan CCIE, maka pahamilah bahwa terdapat lebih dari satu jalur menuju CCIE tersebut, jalur pertama yaitu CCNP, yang berarti empat lagi ujian tambahan pada sertifikasi CCNA, yaitu :

•Ujian 642-801: Building Scalable Cisco Internetworks(BSCI), ujian ini melanjutkan dasar-dasar yang telah dipelajari di CCNA, ujian ini focus pada multi protocol internetwork yang besar dan bagaimana menanganinya
•Ujian 642-811 : Building Cisco Multilayer Switched Networks( BCMSN), ujian ini menguji pengetahuan anda tentang switch Cisco Catalyst.
•Ujian 642-821: Building Cisco Remote Access Networks (BCRAN), ujian ini memastikan apakah anda benar-benar mengerti bagaimana mengisntal,mengkonfigurasi, memonitor dan troubleshooting ISDN Cisco dan produk dial-up access.
•Ujian 642-831: Cisco Inetrnet Troubleshooting (CIT), ujian ini menguji anda secara luas pada kemampua troubleshooting Cisco yang dibutuhkan untuk LAN Ethernet dan token ring, IP,IPX dan network appletalk

3. Csico Certified Internetwork Expert (CCIE)
Anda telah sukses di CCNP, dan ingin melanjutkan ke CCIE, namun Cisco merekomendasikan untuk minimum 2 tahun pengalaman kerja untuk mendapatkan CCIE, setelah itu anda bisa mengambil lab praktek di CCIE. Sebenarnya ada empat jenis sertifikasi CCIEdan Anda harus melewati ujian tulis untuk setiap sertifikasi tersebut sebelum menghadapi lab praktik:

•CCIE Service Provider , jalur CCIE Communication and Services mencakup IP dan IP routing,optical networking,DSSLdial, kabel,wireless,Wan switching, content networking dan voice
•CCIE Routing dan Switching, jalur CCIE routing dan switching mencakup IP dan IP routing, non-IP desktop protocol seperti IPX dan brigde, dan teknologi yang berhubungan dengan switch
•CCIE security, mencakup IP dan IP routing dan komponen keahlian keamanan dan pemeliharaan yang spesifik pada internetwork besar
•CCIE voice, mencakup teknologi dan aplikasi yang membangun solusi Cisco Enterprise VoIP

4. Cisco Certified Design Associate (CCDA)
Untuk mendapatkan CCDA anda harus lulus ujian Design (640-861), dengan penguasaan materi antaralain :

•Merancang routed LAN sederhana,routed WAN,dan switched LAN serta ATM LANE networks
•Menggunakan pengalamatan Network layer
•Menyaring dangan access list
•Menggunakan dan mengembangkan VLAN
•Menetapkan ukuran network yang cocok

5. Cisco Certified Design Profesional (CCDP)
Untuk mendapatkan CCDP, Anda harus lulus CCNA atau CCDA, kemudian mengambil ujian Designing Cisco Network Service Architectures (642-871) sebagai tambahan ujian BSCI dan BCMSN, keahlian CCDP meliputi:

•Merancang routed LAN yang kompleks, routed WAN dan switched LAN server ATM LANE networks
•Membangun atas dasar level pengetahuan teknikal CCDA.

6. Cisco Certified Security Professional (CCSP)
Sertifikasi CCSP memberikan Anda cara untuk menunjukkan kemampuan anda dalam bidang keamanan dengan menggunakan peralatan Cisco, terutama IDS,PIX Firewall dan VPN Concentrators. Anda harus melalui lima ujian untuk mendapatkan CCSP, yaitu:

•Ujian 642-501: Securing Cisco IOS Networks (SECUR), ini adalah ujian pertama untuk seri yang berlatar belakang pengamanan network Cisco IOS. Ujian ini tidak hanya merupakan bagian dari jalur sertifikasi CCSP, tapi juga merupakan bagian dari sertifikasi Cisco Firewall Specialist. Cisco VPN Specialist dan Cisco IDS Specialist. Untuk melewati ujian ini anda harus mengerti bagaimana menambal lubang keamanan di dalam network Cisco

•Ujian 642-521: Cisco Secure PIX Firewall Advanced(CSPFA), untuk dapat melewati ujian ini Anda harus bisa menjabarkan, mengkonfigurasi, melakukan verifikasi dan mengatur produk keluar PIX

•Ujian 643-531: Cisco Secure Intrusion Detection System (CSIDS) , Anda harus mempunyai keahlian yang diperlukan untuk merancang,mengnstal dan mengkonfigurasi solusi Cisco Intrusion Protection untuk network kecil, menengah, dan besar.

•Ujian 642-511: Csco Secure Virtual Networks ( CSVPN), Anda harus memiliki kemampuan dan pengalaman untuk mendiskripsikan, mengkonfigurasi dan mengatur Cisco PN 3000 Concentrator, Cisco VPN Software Client dan Cisco VPN 3002

•Ujian 642-541: Csico SAFE Implementation ( CSI ), untuk melewati ujian ini anda harus bisa menggunakan dan menerapkan prinsip-prinsip dan aksioma-aksioma yang terdapat dalam user white paper SAFE small, Midsize dan remote whitepaper tersebut, Anda harus bisa membuat solsi end-to-end secara lengkap menggunakan router Cisco IOS, PIX Firewall, VPN Concentrators, Cisco IDS Sensor, Cisco Host IDS dan Cisco VPN client


Selain itu terdapat beberapa sertifikasi keamanan Cisco yang ditawarkan, semua sertifikasi spesialisasi keamanan Cisco yang terbaru ini membutuhkan CCNA yang masih berlaku, sertifikasi itu antara lain

7. Cisco Firewall Specialist
Untuk mendapatkan sertifikasi Cisco Firewall Specialist, Anda harus bisa mengamankan akses network menggunakan software Cisco IOS dan teknologi Cisco PIX Firewall. Dua jenis ujian yang harus dilewati adalah Securing Cisco IOS Networks (642-501) dan Cisco PIX Firewall Advanced (642-521)

8. Cisco IDS Specialist
Anda harus bisa mengoperasikan dan memonitor software Cisco IOS dan teknologi IDS untuk mendeteksi dan merespons aktivitas gangguan masuk yang tidak diinginkan, ada 2 ujia yang harus ditempuh, Securing IOS Network (642-501) dan Cisco Secure Intrusion Detection System (CSIDS 643-531).
9. Cisco VPN Specialist
Anda harus mempunyai pengetahuan dlam mengkonfigurasi VPN melalui network public menggunakan software Cisco IOS dan teknologi Concentrator seri Cisco VPN 3000, dua ujian yang harus di tempuh untuk mendapatkan sertifikat ini adalah Securing Cisco IOS Networks (642-501) dan Cisco Secure Virtual Networks (CSVPN 642-511)

Demikaianlah sejumlah serifikasi Cisco yang bisa anda dapatkan, jika lulus ujiannya : D

Read More......